satu pelajaran berharga yang saya dapat:
semua aspek kehidupan seperti sosial, budaya, ekonomi, bahkan PENDIDIKAN yang memiliki instansi-instansi resmi, ya, semua itu dapat dijadikan lahan basah untuk meraup keuntungan finansial.
berhati-hatilah dalam membedakan hal-hal yang HALAL dengan yang HARAM.
hati-hati.
arti dari “jaringan sosial” yang sebenarnya.
look people around you, you know they are real and they care about you.
sometimes, we had to disconnect from the world, to connect with our life.
When you want it the most, there’s no easy way out.
When you’re ready to go and your heart’s left in doubt,
don’t give up on your faith.
Love come to those who believe it.
and that’s the way it is
APOLOGIZING does not always mean that you are wrong and the other person is right,
it just mean that you value your relationship more than your ego.
sebagian karakteristik berdasarkan golongan darah..^^
sumber : http://sprucefir.files.wordpress.com/2010/01/purpose-of-life.jpg
sumber : http://sprucefir.files.wordpress.com/2010/01/crisis-reaction.jpg
sumber :http://sprucefir.files.wordpress.com/2010/01/anger-managment.jpg
sumber : http://sprucefir.files.wordpress.com/2010/01/bt-character-kindergarten.jpg
padahal udah lama bacanya..tapi tetep ajaa lucu..hahahahahahaha
this is how we should do, life and time never wait for anybody
A words from a friend
I can’t give solutions to all of life’s problems, doubts,
or fears. But I can listen to you, and together we will
search for answers.
I can’t change your past with all it’s heartache and pain,
nor the future with its untold stories.
But I can be there now when you need me to care.
I can’t keep your feet from stumbling.
I can only offer my hand that you may grasp it and not fall.
Your joys, triumphs, successes, and happiness are not mine;
Yet I can share in your laughter.
Your decisions in life are not mine to make, nor to judge;
I can only support you, encourage you,
and help you when you ask.
I can’t prevent you from falling away from friendship,
from your values, from me.
I can only pray for you, talk to you and wait for you.
I can’t give you boundaries which I have determined for you,
But I can give you the room to change, room to grow,
room to be yourself.
I can’t keep your heart from breaking and hurting,
But I can cry with you and help you pick up the pieces
and put them back in place.
I can’t tell you who you are.
I can only love you and be your friend.
~Ridlo Wahyudi Wibowo
(thx for your poem, that reminding me what best friend is)
Seberapa Tinggi Gunung yang Kamu Daki?
Sebelumnya, tulisan ini merupakan repost dari note FB dari seorang teman seperjuangan saya.
sebuah pemikiran brilian, yang pantas untuk kita semua ketahui dan resapi. mantap banget! trimakasih untuk Wisnu (TERRA08059) yang telah menyadarkan saya banyak nilai yang sangat berharga. monggo dibaca dulu..
Seberapa tinggi gunung yang kamu daki?
Banyak yang bisa diambil dalam pendakian gunung tanggal 15-17 Januari 2010 lalu. Setelah diingat-ingat kembali, ternyata pengalaman mendaki gunung saat itu memiliki makna yang tidak ada duanya. Pendakian yang kami lakukan pada saat itu sesungguhnya bukanlah sebuah pendakian gunung biasa, namun lebih ke pendakian seberapa tinggi “gunung” yang ada dalam diri kami masing-masing. Gunung yang kami jelajahi bersama sebenarnya hanyalah sebuah simbolisasi semata. Tekad, kemauan, kekuatan fisik dan mental, kesabaran, dan keinginan untuk tidak menyerah cuma segelintir hal yang diuji dalam kegiatan itu. Namun tidak hanya pendakian “gunung” dalam diri sendiri yang dijajal.
Kepedulian dalam menjaga satu tim agar tetap solid dan terjaga juga merupakan ujian tersendiri. Terkadang dalam melakukan pendakian hidup ini kita sering lupa, bahwa pendakian yang kita lakukan tak kan berharga tanpa orang lain. Pendakian kehidupan hendaknya tidak dilakukan dengan saling sikut, tapi dengan saling berangkulan. Sungguh sebuah keindahan apabila kita mampu terus beriringan dengan orang-orang di sekitar kita atau orang-orang yang kita cintai dalam rombongan pendakian hidup itu.
Hal lain yang bisa diambil dari pendakian itu. Percayalah bahwa seburuk apapun keadaan yang kita hadapi, sesungguhnya keadaan itu hanyalah sementara. Semua di dunia ini akan selalu memiliki akhir. Jangan membuat tantangan yang ada di depan kita sebagai momok yang ditakuti. Jadikan itu sebagai pijakan awal menuju peningkatan kualitas diri. Pelajaran tak kalah berharga yang bisa diambil adalah bahwa sesungguhnya rasa lelah, kepedihan, kesakitan yang kita peroleh dalam pendakian hidup akan diganjar dengan kepuasan yang sama “pahitnya”. Bahkan yang kudapat saat itu tak tergantikan, meskipun harus dengan perjuangan yang berat. Yakinlah bahwa rasa lelah yang paling menyiksa pun akan hilang dengan istirahat atau tidur 1-2 hari, tapi kenangan dan kebanggaan yang didapat akan terus melekat hingga akhir hayat. Semua itu hukum alam, pasti dan tidak terbantahkan.
Untuk semua teman-temanku yang sedang berjuang, mungkin note ini bisa jadi pengingat bersama di kala kita bosan atau lelah berjuang. It’s not the mountains that we conquer, but ourselves…






